Sebelum anda mulai melangkah untuk menuju tujuan hidup anda, anda harus tahu dulu dimana posisi anda saat ini. Untuk itu anda harus melihat 5 bidang hidup anda, dimana posisi masing-masing bidang, kemudian baru anda tentukan di bidang mana anda ingin berubah. 5 bidang itu antara lain :
(a) Spiritual, Apakah anda merasa sudah cukup rohani atau masih perlu perbaikan ?
(b) Finansial, Apakah keuangan anda sudah mencukupi atau belum ?
(c) Emosional, Apakah anda merasa kesehatan emosi anda sudah cukup baik ?
(d) Relasional, Apakah hubungan anda dengan Tuhan dan orang lain sudah cukup memuaskan ?
(e) Fisik, Apakah secara fisik anda merasa sudah cukup sehat dan bugar ?
Setelah anda meneliti semua hal di atas kemudian tentukan dari kelima bidang hidup anda tersebut, yang mana yang ingin anda ubah.
Langkah ke 2 : Buatlah spesifik apa yang anda inginkan
Anda harus sangat jelas (spesifik) akan apa yang anda inginkan atau cita-citakan! Anda nggak bisa hanya bilang : saya ingin sukses atau saya ingin terkenal? Secara spesifik anda ingin menjadi seperti apa?
Misalnya : - Saya mau menjadi pengkhotbah 5 besar di Indonesia!
- Saya mau jadi motivator papan atas Indonesia.dsb.
Semakin jelas tujuan anda, semakin mudah anda mencapainya!
Penelitian di Harvard University menunjukkan bahwa di Amerika hanya 3% manusia yang memiliki tujuan yang jelas dan menuliskannya. Dan mereka ternyata adalah orang-orang yang paling sukses di sana!
Oleh sebab itu ambilah waktu untuk merenung : “anda ingin menjadi seperti apa?”
Untuk itu ada 4 pertanyaan renungan yang bisa anda tanyakan pada diri sendiri :
(1). Apa yang saya inginkan?
(2). Apa yang ingin saya lakukan?
(3). Apa yang ingin saya miliki?
(4). Mengapa saya menginginkannya?
Ketika mengutus Eliezer, Abraham memberi tujuan yang spesifik yaitu agar Eliezer mencarikan istri Ishak yang bukan orang Kanaan, melainkan orang Israel dari sanak saudara Abraham sendiri.
Langkah ke 3 : Carilah janji Tuhan
Di alkitab ada sekitar 7.000 janji Tuhan. Nah anda harus mencari janji mana yang bisa anda klaim sesuai dengan tujuan hidup anda.Nah, ketika kita sedang mengejar tujuan hidup kita, jangan fokus pada hambatan, fokuslah pada janji Tuhan!
Ini yang dilakukan Abraham ketika Eliezer pembantunya mulai kawatir. Ia ingat janji Tuhan bahwa Tuhan akan mengutus malaikat untuk mendahalui agar Eliezer bisa mendapat istri yang cocok untuk Ishak!
Langkah ke 4 : Mintalah Tuhan agar menolong anda
Setelah anda menemukan janji-janji Tuhan untuk anda, berdoalah minta agar Tuhan membuat anda berhasil meraih tujuan anda!Hal ini juga dilakukan Eliezer. Ia minta kesuksesan dari Tuhan.
Ada banyak orang takt minta kesuksesan dari Tuhan karena itu dianggap doa yang egois. Padahal tidak.
Ada 2 ukuran dimana doa minta kesuksesan bukan merupakan doa yang egois :
(1) Kesuksesan itu kita pakai untuk menolong orang lain
Kalau kita sukses (banyak uang dan punya kedudukan) kita bisa bantu mereka yang kekurangan atau memberi lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan! Kalau kita sukses, kita bisa menginspirasi orang lain agar bisa meraih sukses yang sama dengan diri kita!
(2) Kesuksesan itu kita pakai untuk memuliakan Tuhan
Kesuksesan kita juga bisa kita pakai untuk memuliakan Tuan, seperti : membantu pekerjaan Tuhan dengan uang kita atau sarana yang kita miliki (mis.gedung, kendaraan, perijinan dsb).
Ketika anda berdoa untuk tujuan anda, hal itu juga mengungkapkan 2 hal penting:
(a) Hal itu menunjukkan betapa seriusnya anda dengan tujuan hidup anda
Kalau tujuan (goal) anda tidak penting bagi anda, tentu anda tidak akan sungguh-sungguh berdoa.
Perhatikan : manusia cenderung berdoa untuk hal-hal yang dia anggap paling penting bagi hidupnya!
(b) Hal itu menunjukkan betapa anda sangat bergantung pada Allah
Dengan berdoa, kita menyatakan kebergantungan kita pada kasih kemurahan Allah dalam usaha kita mencapai tujuan hidup! Semakin kita bergantung kepada Allah, semakin kuat kita akan berdoa!
Langkah ke 5 : Cari tahu, apa saja halangannya ?
Ketika melangkah untk mencapai tujuan hidup kita pasti ada halangan atau hambatan yang kita temui. Oleh sebab itu cari tahu halangan apa saja yang mungkin anda temui!
Ada beberapa hal yang harus anda lihat dalam diri anda sendiri maupun dari luar diri anda yang berpotensi menjadi hambatan, misalnya :
(a) Faktor Finansial
Apakah keuangan anda mencukupi untuk mendorong anda meraih mimpi anda ? Atau anda masih bergumul pada masalah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga anda tidak punya waktu untuk mengejar mimpi anda ?
(b) Faktor relasional
Apakah anda memiliki kesultan dalam menjalin hubungan dengan orang lain ?
Dimana membangun relasi adalah salah satu kunci meraih kesuksesan. Hasil riset di Stanford University menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang 85 % ditentukan oleh kemampuannya membangun relasi. Sisanya yang 15% ditentukan oleh kemampuan atau skill.
(c) Faktor Pendidikan
Apakah pendidikan anda cukup memadai untuk mendukung anda meraih tujuan hidup ?
(d) Faktor emosional
Apakah secara emosional anda sudah cukup siap unyuk sukses. Ada banyak orang tidak bisa sukses karena selalau merasa dirinya tidak layak untuk sukses. Orang seperti ini bermasalah dengan cutra dirinya yang buruk.
Langkah ke 6 : Buatlah rencana tahap demi tahap
Untuk meraih mimpi kita tidak bisa langsung loncat, tapi melalui tahap-tahap.
Dalam hal ini ada 2 pertanyaan yag harus anda jawab :
(1).Bagaimana langkah-langkah anda menuju tujuan hidup setelah anda tahu apa tujuan hidup anda?
Pertanyaan ini berkaitan dengan cara bagaimana anda bisa meraih mimpi/tujuan hidup.
(2). Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Pertanyaan ini berkaitan dengan deadline atau batas waktu. Misalnya : 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi.
Untuk meraih mimpi kita tidak bisa langsung loncat, tapi melalui tahap-tahap.
Dalam hal ini ada 2 pertanyaan yag harus anda jawab :
(1).Bagaimana langkah-langkah anda menuju tujuan hidup setelah anda tahu apa tujuan hidup anda?
Pertanyaan ini berkaitan dengan cara bagaimana anda bisa meraih mimpi/tujuan hidup.
(2). Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Pertanyaan ini berkaitan dengan deadline atau batas waktu. Misalnya : 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi.
Langkah ke 7 : Bersabarlah dan tetap konsisten
Sebuah pencapaian besar membutuhkan waktu. Disini kesabaran dan konsistensi aanda diuji! Tapi ingat, kalau anda sabar dan konsisten memperjuangkan mimpi anda, anda pasti akan menuai hasilnya!
(a) Hana yang berdoa dengan penuh kesabaran dan konsistensi akhirnya mendapat Samuel dari Tuhan!
(b) Thomas alfa Edison baru bisa menemukan bola lampu setelah melalui 10.000 percobaan.
(c) Kolonel Sanders berhasil menjual resep KFC ibunya setelah menawarkan kepada 1009 investor
Kalau anda sudah melakukan yang terbaik yang anda bisa, biarkan Tuhan menggenapi mimpi anda sesuai dengan waktuNya!
Langkah ke 8 : carilah tim pendukung
Hukum Nilai Kerjasama mengingatkan kita, “Satu adalah jumlah yang terlalu kecil untuk mencapai kebesaran.” Ini artinya kalau kita mau sukses besar, mau mencapai prestasi besar, maka tidak bisa tidak, kita harus melibatkan orang lain.
Prinsip utamanya berbunyi : semakin kuat tim anda, maka semakin mungkin bagi anda meraih tujuan hidup anda!
Langkah ke 9 : Anda harus bersedia membayar harga
“Tidak ada makan siang gratis”, kata orang ingris. Untuk sukses mencapai tujuan hidup anda, anda harus bersedia membayar harganya. Semua hal besar ada harganya, mis:
(a) Keselamatan kita seharga nyawa Yesus di kayu salib
(b) Kemerdekaan RI seharga darah dan nyawa para pahlawan
(c) Sukses seorang atlet harus ada harga yang dibayar yaitu kehilangan masa remaja yang suka bermain kesana-kemari.
Kalau ke 9 langkah di atas anda lakukan dengan tekun dan setia anda akan memetik hasil yang memuaskan dalam hidup anda !
Sebuah pencapaian besar membutuhkan waktu. Disini kesabaran dan konsistensi aanda diuji! Tapi ingat, kalau anda sabar dan konsisten memperjuangkan mimpi anda, anda pasti akan menuai hasilnya!
(a) Hana yang berdoa dengan penuh kesabaran dan konsistensi akhirnya mendapat Samuel dari Tuhan!
(b) Thomas alfa Edison baru bisa menemukan bola lampu setelah melalui 10.000 percobaan.
(c) Kolonel Sanders berhasil menjual resep KFC ibunya setelah menawarkan kepada 1009 investor
Kalau anda sudah melakukan yang terbaik yang anda bisa, biarkan Tuhan menggenapi mimpi anda sesuai dengan waktuNya!
Langkah ke 8 : carilah tim pendukung
Hukum Nilai Kerjasama mengingatkan kita, “Satu adalah jumlah yang terlalu kecil untuk mencapai kebesaran.” Ini artinya kalau kita mau sukses besar, mau mencapai prestasi besar, maka tidak bisa tidak, kita harus melibatkan orang lain.
Prinsip utamanya berbunyi : semakin kuat tim anda, maka semakin mungkin bagi anda meraih tujuan hidup anda!
Langkah ke 9 : Anda harus bersedia membayar harga
“Tidak ada makan siang gratis”, kata orang ingris. Untuk sukses mencapai tujuan hidup anda, anda harus bersedia membayar harganya. Semua hal besar ada harganya, mis:
(a) Keselamatan kita seharga nyawa Yesus di kayu salib
(b) Kemerdekaan RI seharga darah dan nyawa para pahlawan
(c) Sukses seorang atlet harus ada harga yang dibayar yaitu kehilangan masa remaja yang suka bermain kesana-kemari.
Kalau ke 9 langkah di atas anda lakukan dengan tekun dan setia anda akan memetik hasil yang memuaskan dalam hidup anda !




0 komentar:
Posting Komentar