Pages

Tampilkan postingan dengan label All About Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All About Japan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

Gerhana Matahari Cincin Api Di Jepang

Gerhana Matahari yang terjadi pada pada Senin pagi, 21 Mei 2012, terjadi di Jepang dan Hongkong. Berikut beberapa foto Gerhana Matahari yang terjadi di Jepang, 21 Mei 2012.

Foto oleh Masashi Hara/Getty Images

Foto oleh Masashi Hara/Getty Images

Foto oleh Masashi Hara/Getty Images

Foto oleh Issei Kato/Reuters
Foto oleh Issei Kato/Reuters
Foto oleh Issei Kato/Reuters

Lemur Jepang Panik Karena Gerhana

Tokyo - Gerhana matahari yang mengagumkan pada Senin menyebabkan kepanikan satwa lemur di kebun binatang Jepang, karena mereka mengira hari sudah malam, kata seorang petugas.



Kawanan yang terdiri dari sekitar 20 ekor lemur di Japan Monkey Centre di perfektur Aichi melompat-lompat liar selama gerhana tersebut, yang disaksikan jutaan orang di seluruh Asia dan Amerika Serikat.

Peristiwa sekali seumur hidup tersebut menyebabkan satwa primata itu melakukan kebiasaan mereka kala malam, yang melibatkan gerakan-gerakan liar untuk menjaga suhu tubuh mereka tetap tinggi, kata direktur kebun binatang Akira Kato.

Sesaat sebelum gerhana, yang membuat efek "cincin api", para lemur tersebut memanjat pohon dan tiang yang menurut Kato merupakan aktivitas yang "sangat tidak biasa" pada jam-jam seperti itu.

"Itu adalah kebiasaan yang mereka lakukan di sore hari, untuk meningkatkan suhu tubuh mereka," katanya.

Setelah fenomena tersebut berakhir, lemur yang bersemangat tersebut menjadi tenang dan kembali ke kebiasaan sehari-hari mereka termasuk mengunyah rumput dan berbaring.

Gerhana tahunan terjadi saat bulan melintas di depan matahari, namun terlalu jauh dari bumi untuk menutupinya sepenuhnya, menyebabkan terbentuknya "cincin api.”


Kamis, 03 Mei 2012

Ofuda and Omamori

Hi Mina!! Shitteiruka?

Ofuda (おふだ)



Ofuda (Shinpu) yaitu suatu jimat yang hampir sama dengan Omamori. Ofuda juga dituliskan nama para dewa, atau nama suatu kuil suci, atau aksara doa khusus lainnya. Persamaan ofuda dan omamori ini selalu digunakan oleh kuil-kuil suci Shinto dan Buddha. Bedanya, ofuda berbentuk secarik kertas / sehelai kain / sepotong papan kayu. Dan satu lagi yang membedakan adalah fungsi pengunaannya.

Melindungi keluarga dari penyakit adalah kekuatan ofuda, sebuah jimat yang berasal dari Jepang dan kepercayaan Shinto. Ini biasanya dihiasi kertas, kayu,kain atau logam yang melekat ke pintu.

Ofuda dipasang sebagai gantungan atau hiasan, ofuda biasanya ditempel di pintu, gerbang, tiang, bahkan langit langit rumah dengan tujuan agar rumah yang ditempeli Ofuda itu terlindung dari bencana. Misalnya Ofuda yang di tempel di pintu dapur dipercaya bisa melindungi rumah tersebut dari kebakaran. Bila dibandingin dengan omamori yang melindungi hanya satu orang, maka Ofuda dapat melindungi banyak orang.


Omamori (おまもり)



Omamori merupakan merupakan jimat keberuntungan yang biasanya hanya di jual di kuil-kuil Budha dan Shinto. Selain itu, Omamori juga berbentuk sebuah kantung terbuat dari kain berdekorasi yang didalamnya terdapat lipatan kertas atau potongan kayu bertuliskan nama dewa yang sudah di doakan agar memberikan perlindungan dan keberuntungan pada si pemiliknya.

Pada saat itu, Omamori disimpan dalam sebuah tabung bambu kecil dan dikenakan seperti sebuah kalung, namun saat ini telah dibuatkan kantong khusus dari kain (Omamori Bukuro) dan dikenakan oleh mereka yang menginginkan perlindungan.

Omamori ini digunakan dengan tujuan untuk memberikan perlindungan secara menyeluruh terhadap permasalahan dalam kehidupan seperti penyakit, kecelakaan, kebakaran, keselamatan dalam kelahiran bayi, kebangkrutan dan lain-lain. Karena bentuknya yang kecil, orang Jepang biasanya sering menggantungan Omamori pada tas, ponsel, atau di kaca spion dalam mobil.

Arigatou ne, Mina!!

Kamis, 26 April 2012

Gyoza, Gyudon dan Kamaboko (Japan's Foods)

Gyoza

Ada yang tahu apa itu Gyoza? Gyoza merupakan daging babi, udang & sayuran yang dicincang dan dibungkus lembaran tepung terigu. Lalu Adonan kulitnya dibuat dari campuran tepung terigu, air, dan garam dapur. Makanan ini (Gyoza) dimatangkan dengan cara direbus. Apakah Blogers tahu kalau di Korea gyoza disebut mandu. Perlu di ketahui kalau Gyoza tidak sama dengan pangsit (wonton). yang membedakannya yaitu kulit gyoza lebih tebal dari pangsit.

Gyudon 

Berikutnya adalah Gyudon. Gyudon (beef bowl) merupakan makanan jepang jenis Donburi yang berupa semangkuk nasi putih yang di atasnya diletakkan irisan daging sapi bagian perut dan bawang bombay yang sudah dimasak dengan kecap asin dan gula. Lalu Sebagai penyedap, di atasnya sering ditambahkan asinan jahe (benishoga), campuran rempah dan cabai yang disebut sachimi, atau telur ayam mentah yang tentunya  sesuai selera anda. Gyūdon berasal dari makanan yang disebut Sukiyakidon (sukiyaki donburi), sehingga sering dijumpai gyudon yang memakai shirataki seperti halnya sukiyaki.
Di Jepang sendiri, penyajian gyudon di restoran Yoshinoya mengenal dua istilah: Tsuyudaku dan Negidaku. Tsuyudaku berarti nasi diberi kuah daging yang banyak, sedangkan Negidaku berarti nasi diberi bawang bombay yang banyak.

Kamaboko 

Kamaboko adalah sebutan untuk berbagai makanan olahan dari ikan yang dihaluskan, dicetak di atas sepotong kayu, dan dimatangkan dengan cara dikukus. Irisan kamaboko bisa langsung dimakan begitu saja atau digunakan sebagai pelengkap dan hiasan berbagai macam makanan berkuah, seperti ramen, soba, atau udon. Kamaboko adalah sejenis makanan pelengkap yang berasal dari Jepang. Kamaboko biasa menggunakan daging putih (daging ikan laut yang berwarna putih). Kamaboko juga terdapat dua macam yaitu kamaboko kering dan kamaboko basah.


Catatan :
Artikel Dari Berbagai sumber referensi

Selasa, 24 April 2012

Cara Membuat Teh Hijau Jepang

Hi Blogers,,,
siapa yang mau membuat Teh hijau ala-ala jepang?
berikut merupakan cara-cara untuk membuatnya :
Pertama, Siapkan air panas yang mendidih dan tunggu panasnya turun mencapai temperatur yang direkomendasikan.
Kedua, Taruh daun teh di teko,
Ketiga, Tuangkan air panas ke dalam teko,
Keempat, Seduh selama waktu yang direkomendasikan untuk masing-masing jenis teh,
Kelima, Tuang seduhan daun the ke dalam cangkir hingga seduhan terakhir.

Berikut Tabel takaran pembuatan :
Jenis Teh HijauBanyaknya daun teh /cangkir (gram)Temperatur air panas
(Celcius)
Banyaknya air
(ml)
Waktu seduh
(detik
Gyokuro2 - 35020150
Sencha2 - 37060120
Kariganecha38060120
Houjicha310013030
Genmaicha410013030


perlu di ketahui, Untuk seduhan kedua,waktu di atas dapat lebih pendek 2/3nya. Sebagai contoh: Gyokuro, sedukan pertama 150 detik, seduhan keduanya 100 detik.

Cara membuat matcha :
1. Panaskan cawan dengan air panas,
2. Taruh 1,5 gram Matcha di cawan,
3. Tuangkan sekitar 40 ml air 80 oC ke dalam cawan,
4. Aduk dengan the hingga merata (gunakan pengaduk bambu jika mungkin).


silahkan mencoba!

Fugu Japan's Food

Ada yang tahu apa itu ikan fugu? Fugu (ikan buntel/buntal) adalah salah satu ikan yang sangat beracun dan bahkan mematikan. Walaupun resikonya adalah mati, makanan dari fugu merupakan salah satu makanan yang spesial di Jepang. Bahkan telur ikan buntel dikenal sebagai makanan yang sangat berharga.



Ada ungkapan kuno di Jepang yang mengatakan bahwa “Aku mau makan fugu, tapi aku tidak mau mati.” Racun yang ada di ikan ini mamang sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak, sehingga hanya para koki yang mendapat ijin sajalah yang boleh mempersiapkan ikan ini. Untuk mendapat ijin, anda harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tertentu mengenai fugu. Setiap jenis fugu memiliki bagian tubuh beracun yang berbeda, sehingga pengetahuan ini wajib dimiliki. Karena ketatnya peraturan, jumlah kematian dapat dikurangi dengan sangat jauh.

perlu diketahui Makanan yang berasal dari daging ikan ini biasanya mahal sekali. Satu porsi makanan ini dapat berkisar antara US$100-200 (sekitar Rp1-2 juta). Dikatakan bahwa tora-fugu, fugu jenis ini yang paling enak rasa dagingnya. Ikan ini sangat mahal, dan bahkan harganya dapat mencapai Rp1 juta per ekor di pasar ikan. Sekarang ini ikan fugu yang siap makan sudah dapat ditemukan di beberapa supermarket bahkan tersedia juga online.Nah, Musim dingin adalah musim paling baik untuk menikmati ikan ini, karena kandungan lemaknya yang tinggi.

Berikut berbagai Berbagai makanan olahan ikan buntel:
~ Fugu sashi : irisan tipis2 daging ikan fugu, disajikan dengan saus ponzu (campuran air jeruk nipis dan kecap asin)
~ Fugu chiri : sayuran dan daging ikan fugu di rebus dalam kuah konbu dashi (kaldu ikan dan rumput laut) dalam wadah besar. Disajikan juga dengan saus ponzu.
~ Fugu kara age : potongan daging ikan ini dibumbui, dibalut tepung dan digoreng
~ Fugu hire zake : potongan sirip ikan fugu yang dipanggang dan direndam dalam sake panas.



Catatan :
Artikel didapat dari berbagai sumber.

Enokitake Japan's Food

Jamur Enokitake (えのき茸, jamur enoki) adalah jamur pangan dengan tubuh buah hasil budidaya berbentuk panjang-panjang berwarna putih seperti tauge. Dikenal juga sebagai jamur tauge, jamur musim dingin, atau jamur jarum emas.



Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai masakan sup dalam Jepang, Korea, masakan China, dan Vietnam. Jamur mempunyai tekstur garing dan aroma yang segar. Bagian akar perlu dipotong sebelum digunakan dalam masakan.

Biasanya jamur ini digunakan dalam makanan – makanan yang berbau Asia. Jamur ini juga banyak digunakan sebagai bahan salad (di mana rasa terbaik dari jamur ini dapat dinikmati), sup dan juga sering digoreng bersama sayuran dan daging.

Jamur Enokitake mengandung banyak serat. Jamur ini juga mengandung banyak protein dan beberapa vitamin seperti vitamin B, serta mineral. Satu mangkuk jamur mentah diperkirakan dapat menyediakan 20 kalori. Jamur ini juga tidak mengandung gula sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan juga dapat dijadikan pilihan bahan makanan untuk diet.

Jamur Enokitake juga mengandung senyawa flammulin yang merupakan senyawa anti kanker dan tumor. Jamur Enokitake juga dipercaya dapat menstimulasi sistem imun dan juga memiliki aktivitas anti viral dan anti bakteri. Selain itu, dalam jamur ini juga terdapat senyawa lain yang berfungsi sebagai penurun tekanan darah dan juga penurun kolesterol. Penelitian juga menginformasikan bahwa Enokitake berguna dalam perawatan lymphomia dan kanker prostat.

Donburi Japan's Food

Donburi (丼) adalah makanan jepang berupa nasi putih dengan berbagai macam lauk di atasnya seperti ikan, daging dan sayur-sayuran berkuah yang dihidangkan di dalam mangkuk besar yang juga disebut donburi. Kuah untuk donburi bergantung pada jenis makanan, tapi pada umumnya berupa dashi dicampur kecap asin dan mirin.

  

berikut beberapa jenis donburi :
Unadon (うな丼, 鰻丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk belut Unagi yang dimasak cara kabayaki (dipanggang hingga matang dengan dioles saus manis-asin), dinikmati dengan bumbu penyedap merica shicuan.

Oyakodon (親子丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk berupa potongan daging ayam, jamur shitake dan bawang bombay yang dimasak bersama telur ayam dan dashi.Masakan ini dinamakan "oyakodon" karena berisi daging ayam yang merupakan "orang tua" (親子) dari telur.

Fukagawon (深川丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih yang disiram lauk berupa daging kerang dan daun bawang yang dimasak bersama sup miso.

Gyudon (牛丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk berupa irisan tipis daging sapi dan bawang bombay yang dimasak seperti semur dengan dashi, kecap asin, dan mirin.

Katsudon (カツ丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk tonkatsu (gorengan potongan lebar daging babi yang dibungkus tepung panir) dan disiram saus kental

Tedon (天丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk beberapa jenis tempura seperti udang, terong, labu parang, dan nori yang disiram dengan kuah kental dari kecap asin, gula, dan dashi.

Karedon (カレー丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk beberapa kari ala Jepang yang berisi daun bawang, aburage atau daging.

Ikuradon (いくら), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk telur ikan mentah yang disebut Ikura.

Unidon (ウニ丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan hewan laut bernama bulu babi (uni) yang dimakan mentah.

Tanindon (他人丼), Merupakan variasi dari Oyakodon yang menggunakan daging, disebut tanin (他人) karena daging dan telur ayam tidak punya hubungan saudara.

Chukadon (中華丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk capcay daging dan sayur-sayuran.

Tekkadon (鉄火丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih dengan lauk irisan ikan tongkol mentah dan nori.

Butadon (豚丼), Variasi dari gyudon yang memakai daging babi.

Mabodon (マーボー丼), Mangkuk donburi berisi nasi putih yang disiram dengan masakan tahu dan daging yang disebut mápó dòufu.
Sumber : WikipediA

Dashi Japan's Food

Dashi adalah sebutan dalam bahasa Jepang untuk kaldu. Banyak pengganti bahan dashi yang memungkinkan dipakai, tetapi tanpa dashi, hidangan ala Jepang akan menjadi kurang otentik.

 

Di supermarket bahan makanan Jepang biasanya ditemui dashi-no-moto yang tidak lain adalah kaldu dashi instan. Saya sendiri menghindari penggunaan dashi-no-moto dengan alasan mengurangi penggunaan MSG.

Bentuk yang paling umum dari dashi adalah kaldu sederhana atau stok yang dibuat dengan memanaskan air yang mengandung kombu (kelp/rumput laut yang edible) dan kezurikatsuo (serutan dari katsuobushi – dikeringkan) sampai mendekati angka titik didih (tetapi jangan sampai mendidih), kemudian disaring.

Beberapa jenis Dashi :
1. Katsuobushi adalah istilah untuk skipjack tuna yang dikeringkan, difermentasi atau diasap. Dalam bahasa Indonesia, skipjack tuna adalah cakalang yang banyak dipakai dalam masakan Manado. Apabila kalian tidak bisa mendapatkan cakalang kering bisa digunakan ikan kayu khas Aceh, yang kemudian disuwir-suwir.
2. Niboshi adalah baby sardine kering yang terkadang diterjemahkan sebagai ikan teri (anchovy).
3. Kombu dashi dibuat dengan merendam dried kelp/rumput laut, atau sea tangle, dalam air.
4. Niboshi dashi dibuat dengan cara membuang bagian kepala dan isi perut dari dried baby sardines untuk mencegah rasa pahit, dan kemudian merendam dalam air bagian yang tidak dibuang.
5. Shiitake dashi dibuat dengan merendam jamur shiitake kering di dalam air.

Pernah mendengar kata-kata ichiban dan niban dashi? Ichiban dashi artinya dashi berasal dari first brew sedang niban dashi berasal dari second brew. Ichiban dashi juga lebih murni rasanya serta mempunyai warna lebih gelap dari niban dashi.

DAIKON Japan's Food

Sebagian dari kita mungkin sudah mengenal daikon atau disebut juga lobak. Daikon (Raphanus sativus var. longipinnatus) (berasal dari bahasa Jepang; dai berarti besar, dan kon berarti akar) atau disebut juga dengan lobak putih atau lobak Jepang, meskipun aslinya sebenarnya bukan berasal dari Jepang.



Daikon berasal dari kawasan mediterania dan dibudidaya di China sekitar tahun 5000 SM, tapi banyak digunakan dalam masakan Jepang. Daikon berwarna putih dan berbentuk seperti wortel yang berukuran besar dengan panjang berkisar antara 20-35 cm, dan diameter 5-10 cm. Ada daikon yang berukuran besar luar biasa yang dikembangkan di Prefektur Kagoshima yang disebut Daikon Sakurajima yang berukuran diameter 50 cm dengan berat sekitar 45 kg.

Daikon dapat dikonsumsi mentah misalnya dalam salad atau jus, atau digunakan dalam masakan seperti sup, tumisan, panggangan atau bakaran. Dari segi nilai gizi, daikon termasuk makanan yang memiliki nilai indeks glikemik yang rendah (low GI). Kandungan kalori daikon tergolong sangat rendah, dalam 100 g daikon hanya menyediakan energi sekitar 16 kkal. Daikon merupakan sumber vitamin C, folasin (vitamin B9), fosfor, dan kalium yang baik. Vitamin C yang terkandung dalam 100 g Daikon bisa menyuplai 25-35% kebutuhan vitamin C harian yang direkomendasikan. Selain itu daikon juga merupakan sumber serat pangan yang bisa diandalkan (1.6 g dalam 100 g).

Bento Japan's Food

Bento ( 弁当 ) dalam bahasa Jepang adalah bekal. Sejak dulu orang Jepang suka membawa bento, baik ke sekolah maupun kantor. bento disajikan dalam satu porsi makan, yang biasanya dibuat di rumah atau dijual di bento-ya (toko bento). Bento umumnya berisi nasi, daging, sayuran, dan acar yang disimpan dalam kotak bento yang ditata menarik agar menggugah selera makan.



Bento pertama kali ditemukan pada periode Kamakura [1185-1333], dimana saat itu berkembang nasi masak yang dikeringkan bernama hoshi-ii.

Bento biasa disiapkan / disajikan untuk porsi satu orang walaupun arti luas bento itu sendiri adalah makanan bekal untuk banyak orang atau keluarga. Bento biasanya disiapkan ketika dirumah ketika akan bepergian namun ada juga toko toko yang menyediakan bento dengan berbagai pilihan makanan, jadi kalau malas atau tidak sempat membuat bekal bisa tinggal beli saja.

Di Jepang, Bento sendiri memiliki unsur seni di dalamnya dimana warna makanan, lauk pauk harus ditata dan diatur sedemikian rupa sehingga dapat menggugah selera ketika kita melihatnya nafsu makan kita jadi bertambah. Jadi ibu rumah tangga disana dituntut untuk memiliki kreatifitas yang tinggi dalam menyusun bento atau bekal makanan.

ABURAGE Japan's Food

Aburage (油揚げ) adalah bahan makanan Jepang berupa lembaran tahu berbentuk tipis yang digoreng dengan minyak goreng sehingga berwarna kuning keemasan. Aburage mudah menyerap kaldu sehingga digunakan untuk berbagai macam masakan sup atau untuk membungkus bahan makanan lain. Aburage juga dikenal dengan nama lain seperti Usu-age atau Inari-age.



Pada umumnya Aburage dibuat oleh pabrik tahu atau tukang tahu. Tahu dipotong tipis-tipis dan lebar lalu digoreng sebanyak dua kali, pertama kali dengan minyak bersuhu rendah sekitar 110℃ sampai 120℃ kemudian dipindahkan ke dalam minyak bersuhu tinggi sekitar 180℃ sampai 200℃.

Beberapa Makanan jepang yang menggunakan aburage :
~ Sup Miso
~ Inarizushi sebagai pembungkus nasi
~ Kitsune Udon
~ Berbagai macam Nimono
~ Oden sebagai pembungkus moci
~ Takikomigohan (nasi yang ditanak bersama daging dan sayuran)

Rabu, 28 Desember 2011

7 Keunikan Yang Hanya Ada Di Jepang




1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara”.




2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).




3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).




4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.



5. Cara baca tulisan Jepang ada dua : sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah, yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).




6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.




7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.